Sosialisasi dan Pembelajaran dari Program Survey SMS Gali Pendapat

Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singgosari Kabupaten Malang

Pada tanggal 7 April, 2016, WYDII mengelar workshop mensosialisasikan hasil survey melalui SMS. Survey SMS yang dengan tujuan menjaring aspirasi khususnya dari kelompok perempuan. Workshop ini dibuka oleh Wakil Bupati Malang, Bapak Haji Sanusi, juga dihadiri oleh berbagai perwakilan Bappeda Bidang Pemerintahan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Perlindungan Anak, perangkat desa Kabupaten Malang, hadiri juga oleh kepala desa, perangkat desa Tunjungtirto, jaringan LSM setempat dan beberapa wartawan setempat.

Gali aspirasi dilakukan melalui SMS via HP, mengajak perempuan untuk berpendapat program-program prioritas apa yang mereka harapkan. Survey SMS ini terbagi dalam tiga tahapan; (1) Pertama, menjajaki sejarah relasi perempuan dengan pemerintahan desa; (2) Kedua mengukur tingkat partisipasi perempuan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam proses perencanaan pembangunan desa; (3) Ketiga menjajaki program-program yang menjadi prioritas bagi perempuan dan mekanisme eksekusi dari program-program tersebut agar betul-betul memberikan manfaat

IMG_9237

OUTPUT

Output dari kegiatan ini adalah; (1) Meningkatnya pemahaman dan persamaan persepsi para Kepala Desa terkait pentingnya partisipasi perempuan sebagai elemen penting dalam perwujudan tata kelola pemerintah desa yang transparan, akutanble dan responsif gender; (2) Model “gali aspirasi melalui SMS” direplikasi di beberapa desa yang menjadi peserta seminar dan lokakarya; (3) Adanya peta permasalahan yang muncul dan potensi-potensi desa yang bisa dikembangkan terkait implementasi UU Desa; (4) Adanya matrikulasi dukungan dan intervensi serta pembagian peran antar para stakeholder (pemda/SKPD, Orhganisasi kemasyarakatan dan PT serta pihak-pihak lain) dalam rangka meningkatkan partisipasi perempuan desa dalam pembangunan.

IMG_9034

KURUN WAKTU SURVEY

Survey ini dilakukan selama 5 bulan, melibatkan 560 responden, 85% perempuan dan 15% laki-laki. Secara umum perempuan berpandangan bahwa program-program pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas bagi mereka, yang berhubungan dengan peningkatan tingkat taraf hidup keluarga. Dan sebagian besar laki-laki berpandangan program-program pembangunan infrastruktur menjadi prioritas mereka. Meskipun terdapat kurang dari 10% laki-laki juga berpendapat bahwa program peningkatan sumber daya manusia juga penting. Poin penting lain yang kami temukan dalam survey ini adalah lebih dari 80% responden perempuan tidak pernah mengikuti dan tidak pernah diundang dalam acara rembug atau musyawarah desa. Perempuan yang mengikuti acara rembug desa sangat kecil dan jumlah perempuan yang bicara atau menyampaikan pendapatnya secara langsung juga sangat kecil.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa partisipasi perempuan dalam musyawarah atau rembug desa terbatas baik yang berasal dari diri perempuan itu sendiri maupun penyebab dari luar diri perempuan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang memungkinkan para perempuan desa dapat menyampaikan pendapat nya. Salah satu strategi yang dicoba dikembangkan dengan memanfaatkan media komunikasi yang dipandang sudah dimiliki hampir semua warga adalah menyampaikan aspirasi untuk pembangunan desa melalui SMS, strategi ini dipandang relevan dengan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok perempuan desa. Walaupun tidak semua elit desa berlaku seperti ini, tetapi sebagian besar ketika perempuan menyampaikan aspirasinya cenderung tidak didengar apalagi ditindaklanjuti, kalaupun didengar biasanya untuk realisasinya juga sangat kecil. Yang juga menjadi ironis juga diantara sesama perempuan kadang juga tidak saling mendengar dan mendukung.

IMG_0527

IMG_5166

Alternatif penyampaian aspirasi via SMS juga menjamin rasa aman perempuan, karena sebagian besar perempuan desa menilai bahwa berbicara dan menyampaikan aspirasi di forum seperti rembug desa memerlukan keberanian dan kemampuan agar pendapat perempuan bisa didengar dan diterima bahkan bisa menjadi bagian dari keputusan yang ditetapkan di tingkat desa.

IMG_7971