I. Pelatihan Kepemimpinan Partisipatoris

Di era yang semakin maju, tuntutan kesetaraan dan inklusif dalam proses pengambilan keputusan menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan, demi penyelenggaraan kepemimpinan yang dapat diterima oleh berbagai kalangan. WYDII menawarkan pelatihan kepempimpinan partisi patoris ini bagi kalangan muda maupun ibu-ibu, laki-laki dan perempuan, untuk meningkatkan kapabilitas mereka sebagai penggemban utama amanah pemandu bangsa, membawa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya juga turut aktif dalam proses pengambilan keputusan, baik di lini-lini privat maupun publik.

 

Pelatihan kepemimpinan partisipatoris berbasis gender menitik beratkan pada kemampuan setiap individu untuk bersumbangsih, dan dalam prosesnya masing-masing individu mendapati dirinya sebagai secara alami telah menjadi seorang pemimpin. Pendekatan utama dalam kepemimpinan partisipatoris adalah memunculkan pemahaman bahwa proses pembelajaran dan kepemimpinan harus dilakukan secara bersama-sama dengan semua pihak yang terlibat. Bentuk kepemimpinan ini dimaksudkan untuk menggantikan pemahaman kepemimpinan sentralistik atau top down leadership. Partisipan pelatihan ini cukup bervariasi, mulai dari siswa SMU, mahasiswa, aktivis perempuan, hingga caleg perempuan. Sebagian besar pelatihan ini didukung oleh Women’s Learning Partnership (WLP), LSM perempuan yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat.

 

II. Keterwakilan Perempuan di Ruang Publik

Salah satu tujuan utama dari advokasi kesetaraan gender adalah terciptanya representasi substantif kelompok perempuan di arena politik. Sejak tahun 2010, WYDII telah membangun jaringan dan upaya-upaya peningkatan kapabilitas politisi perempuan di Jawa Timur. Bentuk dukungan tersebut mulai dari pelatihan gender mainstreaming dalam proses pembuatan kebijakan, penguatan jaringan, juga pelatihan kepemimpinan. Sebagian besar pelatihan ini didukung oleh Women’s Learning Partnership (WLP), KPI Jawa Timur, KPPP Gresik, The Asia Foundation, Google, dan Perludem.

 

III. Mimbar Ekspresi dan Seni

Program ini mengajak berbagai kalangan menempa keberanian dan naluri seni mereka dan tampil di muka umum, berekpresi dalam bahasa dan kata-kata. Landasan dari gagasan ini adalah memupuk kemampuan apresiasi khalayak terhadap berbagai bentuk seni, khususnya bahasa dan kata-kata, demi mendorong alam pikir yang lebih bebas dari berbagai bentuk doktrin. Keberanian berekspresi, sangat relevan dengan proses pembangunan masyarakat yang lebih kritis dan berperikemanusiaan. Seni dan ekspresi adalah jendela bagi tumbuhnya kemampuan empati, menyelami ladang penderitaan kalangan lain, juga dapat menjadi wahana pembebasan diri. Setiap bulannya, WYDII menggelar Mimbar Ekspresi di taman-taman kota yang ada di wilayah Surabaya.

 

IV. Vocational Training Remaja Putri Pesantren

Setidaknya, lebih dari 10 juta remaja putri di Indonesia dari masa remaja hingga menginjak masa dewasa menghabiskan waktunya di dunia pesantren. Rata-rata, pesantren adalah alternative pendidikan (murah) bagi rata-rata keluarga kurang mampu yang bertekad mendidik putra-putri mereka dengan bekal pendidikan keagamaan, meski dalam beberapa dasawarsa terakhir, tidak sedikit dari mereka yang juga terdaftar di sekolah umum.

 

Di satu sisi pendidikan ini memberi peluang dari pernikahan dini, apabila hanya tinggal di rumah, tetapi juga kondisi yang mengalianasi anak dari lingkungan masyarakat yang lebih luas. Tidak jarang, akhirnya dari mereka enggan untuk meninggalkan pesantren, karena terbatasnya pilihan paska belajar di pesantren, selain menikah. Hampir semua pesantren traditional tidak mampu menyediakan pendidikan sandingan untuk meningkatkan keterampilan praktis para santri.Gambaran ini lah yang menjadi landasan utama bagi WYDII untuk mengenalkan dunia pesantren dengan keterampilan praktis, menyiapkan santri putri untuk lebih siap, baik dalam kegiatan ekonomi maupun kegiatan sosial di masyarakat paska meninggalkan pendidikan di pesantren. Ada pun pendidikan praktis yang ditawarkan WYDII, antara lain menjahit, kemampuan bahasa English, memasak, maupun membuat kerajinan tangan.

 

V. Lingkungan Dan Perempuan

Program ini adalah inisiasi mandiri WYDII. Terinspirasi dari berbagai pengalaman peserta pelatihan kepemimpinan yang karena situasi terpaksa mengambil posisi sebagai pejuang lingkungan. Dalam beberapa kasus, advokasi memperjuangan keadilan yang disebabkan karena dampak-dampak ekploitasi sumber-sumber daya alam mengalami kebuntuan dan tantangan besar. Di masa-masa tertentu, kerasnya perjuangan mereka serin gmengalami masa-masa kritis, sendiri dan putus asa.Untuk itu, kebutuhan berjejaring dan dukungan peningkatan kapabiltas para akvitis perempuan pejuang lingkungan sangatlah krusial.

 

Berangkat dari kesadaran ini, sejak 2011 WYDII menginisiasi jaringan komunikasi Perempuan Merawat Lingkungan. Jaringan ini memberi update seputar isu-isu lingkungan yang terjadi di Indonesia maupun di negara lain. Kedepan, jaringan ini akan lebih meningkatkan perannya dan intensitas dalam memberikan pembelajaran dan dukungan terhadap aktivitas lingkungan perempuan. Saat ini, WYDII memiliki 27 anggota yang diharapkan mampu terus berkembang dan memberi inspirasi akan kewajiban merawat dan peduli terhadap lingkungan tinggal kita.